Eksistensi antivirus sebagai program pembantu manusia dalam membasmi penyusup menyebalkan di komputer pribadi kini mulai dipertanyakan keberadaannya. Sejumlah netizen khususnya generasi milenial semakin meragukan kegunaan antivirus karena tidak pernah berhasil menuntaskan pekerjaannya sebagai ‘polisi patroli’ di laptop mereka.

Selama dua puluh tahun terakhir, antivirus selalu didambakan kehadirannya sebagai sebuah software wajib ketika hendak membeli komputer personal di rumah. Namun perkembangan zaman telah memaksa sejumlah perusahaan membentengi Operating System buatannya dengan program firewall built in dalam paket penjualannya.

Eksistensi Antivirus Dipertanyakan Efektifitasnya Oleh Netizen

Berdasarkan data tersebut, maka kita sekarang jadi ragu dan mencurigai sejumlah perusahaan antivirus swasta, untuk apa mereka masih ada? Malah muncul beberapa teori konspirasi yang menyatakan bahwa justru perusahaan itu sendiri lah yang menyebarkan virus agar produk mereka tetap laku dan dibutuhkan warga dunia.

Dua dekade telah kita lalui bersama – sama dengan sehat walafiat dan damai sentosa, namun kita melupakan sebuah peristiwa bersejarah dalam dunia komputerisasi. Waktu itu, kejadiannya bermula dari seorang mahasiswa random biasa yang katanya secara ‘kecelakaan’ menyebarkan virus ke jaringan internet seluruh dunia.

Gara – gara kesalahan kecilnya itu, segala sesuatunya menimbulkan efek domino sehingga terus berlanjut hingga detik anda membaca artikel dari kami ini. Puluhan tahun setelahnya, masyarakat terpaksa membeli program penangkal virus apabila ingin menggunakan perangkat digital yang aman dan bebas dari gangguan pemrograman.

Eksistensi Antivirus Bukan Lagi Menjadi Sebuah Keharusan

Perusahaan OS ternama seperti Microsoft milik Bill Gates maupun IOS lansiran Apple telah melengkapi produk mereka dengan berbagai sistem keamanan terdepan. Melihat hal itu, pakar pengamat ilmu bidang teknologi menjadi bertanya – tanya, apakah eksistensi antivirus telah mencapai akhir dari masa kejayaannya?

Bisa jadi, antivirus akan segera kita tinggalkan karena sudah tidak begitu efektif lagi bahkan cenderung memberatkan RAM pada komputer milik kita. Namun tahan dulu kawan-kawan sekalian, jangan terburu – buru menghapus program antivirus pada PC desktop anda sebelum menyelesaikan membaca artikel ini hingga tuntas.

Eksistensi Antivirus Bukan Lagi Menjadi Sebuah Keharusan

Pada umumnya, siapapun masih perlu setidaknya memiliki satu jenis antivirus dalam perangkat komputernya di rumah baik resmi maupun rakitan. Meskipun dilengkapi berbagai sistem proteksi terdepan, namun perusahaan Apple sesungguhnya tidak pernah menginstall software antivirus tertentu dalam lini produknya.

Sebagai kompensasinya, mendiang Steve Jobs memerintahkan para petinggi di departemen Research and Development untuk menyematkan solusi alternatif. Caranya yaitu dengan merancang IOS serumit mungkin dengan bahasa pemrograman berlapis – lapis agar hacker berpengalaman sekalipun kesulitan menjebol inti prosesornya.

Hacker macam Anonymous pun mengaku enggan meretas pusat software IOS karena tingkat kesulitannya cukup tinggi. Cukup ironis, mengingat Anonymous justru terkenal karena kebolehannya menjebol situs Pentagon yaitu divisi kemiliteran milik Amerika Serikat. Ia berujar bahwasanya bukan tidak bisa, melainkan ia menolak melakukannya sebab hasilnya tidak sepadan dengan effort yang dibutuhkan untuk membobol IOS.

Netizen Masih Butuh Antivirus Hingga Beberapa Dekade Selanjutnya

Eksistensi antivirus kemungkinan besar akan masih kita butuhkan hingga puluhan tahun berikutnya, mengingat ancaman malware terus bertumbuh tanpa henti. Toh, tidak ada salahnya mengikuti apa kata orang tua kita yang berujar bahwa lebih baik sedia payung sebelum hujan alias berjaga – jaga sajalah kalian semua.

Bahkan orang tajir penggila teknologi sekelas Elon Musk saja masih menghormati antivirus sebagai sebuah program yang berjasa besar pada perusahaannya. Tanpa bantuan antivirus, Elon Musk mengaku mustahil akan berhasil menanam chip pada babi dalam projek kontroversialnya baru – baru ini.

Netizen Masih Butuh Antivirus Hingga Beberapa Dekade Selanjutnya

Kewaspadaan harus semakin kita tingkatkan mengenai bahaya serangan virus, apalagi jika kalian adalah seorang pengguna aktif smartphone. Ponsel berbasis android sangat rentan rusak softwarenya akibat gangguan virus barang sedikit saja, sehingga aplikasi seperti CC Cleaner nantinya akan berguna untuk kalian.

Tidak suka CC Cleaner karena bikin lemot? Tenang warganet, tinggal ketik kata kunci antivirus di Google Play maka kalian akan menemukan ratusan aplikasi serupa. Silahkan plih sesuai kecocokan masing – masing dengan berpatokan pada rating bintang lima serta testimonial pengguna.

Antivirus sejatinya merupakan semacam bodyguard pribadi berotak cerdas sehingga bisa membuat keputusan secara kritis. Jikalau kita memiliki sifat buruk yang sering teledor, misalnya seperti gegabah membuka email asing, atau sembarangan mengunjungi link, maka antivirus wajib 100% kalian install.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top